Obyek Wisata Taman Harmoni Bali – Bukit Asah, Desa Bugbug, Karangasem

Perarem BP2DAB

JELANG DISAHKANNYA PARAREM BP2DAB SEBAGAI PAYUNG HUKUM PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA DI DESA ADAT BUGBUG.

Pada tanggal 23 April 2017, telah di agendakan untuk pertemuan lanjutan dalam verifikasi untuk finalisasi PARAREM terkait BP2DAB. Jika ini nantinya dari sisi kelengkapan materi bisa diterima, maka PARAREM BP2DAB dapat di klaim sebagai PARAREM terlengkap dengan format yang standar sesuai kaidah penulisan sebuah dokumen Undang-Undang/Acuan Hukum menyangkut Tatakelola Pariwisata di Desa Adat Bugbug.

Beberapa Program BP2DAB sudah mulai dirancang untuk segera memulai aktifitasnya, meski demikian Program Pemasaran melalui Media On-Line telah gencar dilaksanakan baik itu melalui Sosial Media Facebook, Istagram dan melalui Halaman Web yang dibangun khusus untuk tujuan Promosi (www.tamanharmonibali.com) secara masif untuk menjangkau pengunjung potensial baik Lokal maupun Asing. Hasil dari program pemasaran ini terbukti efektif mendongkrak tingkat kunjungan menjelang musim liburan lalu. Ramainya kunjungan yang membludak terlihat jelas saat menjelang Galungan dan Kuningan .. Pantai Pasir Putih dan Panggian penuh dengan pengujung. Suatu keadaan yang sangat menggembirakan.

Menjelang disahkannya PARAREM, pengurus BP2DAB sudah sibuk merangkai Program dan memacu jaringan pemasaran terbukti dua Event besar akan digalang dalam waktu dekat yaitu Event Komunitas Peduli Lingkungan dengan ratusan peserta yang akan melakukan kegiatan dan menginap menggunakan Vanue Taman Tenda THB, dan juga Event Besar “Silent DJ” dengan pengunjung dengan estimasi 1200 lebih peserta. Event ini dimaksudkan untuk membuat jaringan pemasaran yang ujung2nya meningkatkan jumlah pengunjung dan semakin dikenalnya Taman Harmoni Bali – Bukit Asah .. sebagai Destinasi Utama Desa Adat Bugbug di BALI.

Program Pengembangan Vanue lainnya yang sedang disusun adalah:

1. Pembuatan Beer Garden terbesar di Bali dengan View alam spectacular Samudera Indonesia.
2. Panggung Budaya untuk pertunjukan budaya lokal seperti Pementasan Sendratari, Tari Sanghyang, dan Pagelaran Kecak yang personilnya sedang disusun.
3. Zip-Line / Flying Fox terpanjang di Indonesia dengan jarak 600 meter atau lebih dari Panggian Selatan ke Gili Kuan.
4. Pembangunan GELAMPING (Glamour Camping) dengan kerjasama pemasaran dengan beberapa Agent Asing khususnya Pasar Internasional.
5. Pembangunan Plang Wewidangan dan POS jaga di ujung timur dari Pantai Bias Putih dan inisiasi untuk pembersihan Sempadan Pantai dari “Cafe Liar”.
6. Pembangunan Taman dan Infrastruktur dasar lanjutan seperti Instalasi Listrik, Air dan pengerasan Jala Akses serta Lokasi Parkir.

Semua program BP2DAB diatas diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih 3-4 Tahun dan akan terlaksana efektif jika dukungan masyarakat juga kondusif untuk terselenggaranya semua kegiatan di atas.

Semoga Tuhan memberi kelancaran dan kesadaran pada kita semua bahwa semua yang kita lakukan di atas dalam rangka pembelaan terhadap keberadaan Krame dan Adat Bugbug untuk menyongsong masa depan yang sangat kompetitif.

Photo:

Save